PEMKOT KOTA MALANG LUKUP (PUKUL) INFLASI DENGAN OPERASI PASAR

KIM RODOWO, – Kota Malang, Kecamatan Klojen, Operasi pasar digelar Pemerintah Kota Malang untuk menekan inflasi. Operasi Pasar digelar oleh Diskopindag di 10 titik mulai 15 November 2022 sampai 1 Desember 2022.

Hari ini, Senin (28/11) di halaman Kantor kecamatan Klojen, besok akan di gelar di Kantor Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen. 2 titik di masing-masing Kecamatan.

Awak media menemui Eka wilantari Kasi Analis Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menyampaikan bahwa operasi pasar ini digelar untuk menekan inflasi khususnya kebutuhan bahan pokok agar tidak melanbung tinggi.

“Hari ini kita menyalurkan 1.143 paket untuk 11 Kelurahan se-Kecamatan Klojen saja. 1 paket itu berisi 10 kg beras premium merk Melon, 2 liter minyak goreng merk Kelapa Mas, dan 1 kg gula pasir merk Raja Gula,” tuturnya.

“Operasi pasar ini dilakukan oleh Diskopindag yang pelaksanaannya mulai tanggal 15 November sampai 1 Desember 2022, di 10 titik di Kota Malang, masing-masing kecamatan nanti ada dua titik. Besok di Kelurahan Gading Kasri,” tegasnya.

Eka Wilandari menyebutkan bahwa di setiap operasi pasar akan mendistribusikan 1.143 paket sembako, dari harga asli paket sembako ini adalah Rp 200 ribu, Pemkot Malang memberikan subsidi senilai Rp 75 ribu. Sehingga masyarakat bisa memperoleh paket-paket ini dengan uang senilai Rp 125 ribu per paket.

Lebih lanjut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik untuk Oktober 2022 lalu, minyak goreng serta beras termasuk komoditas penyumbang inflasi cukup tinggi di Kota Malang. Selain gula pasir, kedua komoditas yakni minyak goreng dan beras dijual dengan harga subsidi dalam operasi pasar itu.

“Operasi pasar ini bertujuan untuk menekan harga pasar dari dampak inflasi yang cukup tinggi. Bagaimanapun juga Pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat akibat inflasi, dengan operasi pasar ini, sembako agar bisa dijangkau oleh masyarakat. Ini adalah subsidi dari Pemkot Malang yang anggarannya dibebankan pada APBD Kota Malang,” jelas Eka.

Eka menerangkan sasaran operasi pasar ini adalah masyarakat kurang mampu. Dengan membagikan kupon yang didistribusikan melalui RW, lurah dan camat yang memang mengetahui secara jelas kondisi masyarakatnya.

“Kita arahkan kepada warga, bahwa otoritas wilayah nanti akan ditentukan dan disebarkan kupon tersebut di setiap titik oleh ketua RW setempat,” terangnya.

Awak media menanyakan prediksi Presiden Jokowi terkait inflasi cukup tinggi pada tahun 2023, Eka menjawab bahwa operasi pasar ini adalah bagian dari solusi untuk menangani persoalan inflasi tersebut agar tidak berkepanjangan, dan tentu saja diharapkan bisa berkelanjutan hingga inflasi ini bisa ditekan agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Masalah ekonomi khususnya sembako bisa memicu gejolak politik nasional. Ketidakpastian ekonomi akan menimbulkan gejolak politik yang mempengaruhi resesi ekonomi global dan stabilitas politik nasional.

Antusiasme masyarakat menyambut dengan gembira adanya operasi pasar ini, warga Kecamatan Klojen tersenyum manis, dan warga Malang pada umumnya.

“Terima kasih sekali ada program operasi pasar seperti ini, semoga ada terus sampai tahun depan, karena kami merasa sangat terbantu,” ucap Tito warga Oro-oro Dowo dari sumber terpisah. (k.red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *